KLAS JAN HUNTELAAR

TOTAL footbal ala Belanda selalu mampu melahirkan penyerang-penyerang hebat. Setelah Ruud Van Nistelrooy, kini telah muncul pemain baru yang diperkirakan akan menjelma menjadi salah seorang striker top dunia. Dialah Klaas Jan Huntelaar striker oportunis berusia 24 tahun yang sekarang memperkuat Ajax Amsterdams.

Karier professional Huntelaar dimulai saat bergabung dengan PSV Eindhoven di usia 18 tahun. Namun Huntelaar tidak mendapat kesempatan di PSV. Pemain kelahiran 12 Agustus 1983 ini hanya bermain sekali. Itu pun hanya menjadi pengganti Mateja Kezman. Hingga akhirnya PSV meminjamkannya ke De Graafschap dan AGOVV musim berikutnya untuk berkembang.

Memperkuat AGOVV di Divisi 1 Liga Belanda, Huntelaar sempat menunjukkan tajinya dengan mencetak 26 gol dari 35 kesempatannya. Namun tetap saja gagal membuat PSV terus menggunakan jasanya.

Huntelaar akhirnya dilepas ke sesama klub Eredivisie, Heerenven pada tahun 2004 dengan transfer 100 ribu euro. Di klub inilah pemain yang menimba ilmu sepakbola sejak usia 5 tahun ini mulai menemukan kebintangannya. Selama dua musim, Huntelaar berhasil mengoleksi 34 gol dari 46 penampilannya di semua ajang yang diikuti.

Terpikat dengan produktivitas Huntelaar, Ajax  akhirnya mengikat pemain yang mengaku banyak mempelajari gaya bermain Marco Van Basten dan Fernando Morientes ini pada pertengahan musim kompetisi 2005-06 dengan transfer 9 juta euro. Bersama Ajax, Huntelaar butuh waktu lima pertandingan sampai akhirnya mencetak gol pertamanya. Uniknya, gol tersebut disarangkan ke gawang bekas klubnya, Heerenven.

Selama paruh musim pertamanya di Ajax, pemain berjuluk The Hunter ini berhasil mencetak 16 gol dari 15 penampilannya. Kemudian musim berikutnya dia membuat 21 gol dari 32 penampilan.

Karier cemerlang Huntelaar membuatnya banyak diincar klub-klub besar Eropa. Namun keinginan Ajax untuk menjaga aset berharganya lebih lama lagi selaras dengan harapan Huntelaar yang ingin bertahan.

Meski begitu, dengan penampilan yang semakin berkembang setiap musimnya, sepertinya Ajax harus bekerja keras untuk menahannya. Maklum, pemain sepertinya tinggal menunggu waktu untuk pindah ke liga besar Eropa lainnya.

Ditulis dalam Bola. Leave a Comment »

Inter Campione

Inter campione itulah yang diteriakkan para interisti ketika J. Zanetti dkk melakukan pertandingan hidup dan mati melawan klub yang sedang terjerat degradasi AC Parma. Inter yang berambisi mempertahankan gelarnya sedang membutuhkan kemenangan karena hanya berselisih satu poin dengan peringkat kedua As Roma sedangkan lawannya AC Parma sedang berjuang menyelamatkan diri dari degradasi.

Pertandingan berjalan seru karena kedua tim saling bermain terbuka terutama para pemain Inter Milan yang tak kenal leleh berjuang untuk meraih gelar yang ke-16 nya. Apalagi pada menit ke 5 terdengar kabar bahwa musuh terdekatnya AS Roma telah unggul 1 – 0 atas lawannya catania. Para pemain Inter semakin gencar melakukan serangan untuk membuat gol, akan tetapi sampai babak pertama usai skor masih tetap sama 0 – 0.

pada babak kedua Inter melakukan pergantian pemain dengan memasukkan sriker andalannya Zlatan Ibrahimovic’. Pergantian itu ternyata membuahkan hasil Ibra berhasil mencetak gol pembuka bagi Inter. Dengan lahirnya gol itu para pemain inter semakin gencar melakukan serangan terbukti pada menit akhir pertandingan Ibra berhasil menambah keunggulan inter menjadi 2 – 0. Para pemain interpun merayakan kemenangannya meraih gelar yang ke-16 nya, tapi buat parma kekalahan ini membuatnya tidak dapat bertahan lagi di Seri A karena pada pertandingan lainnya Catanian bisa menahan imbang AS Roma 1 – 1.

beruntunglah Inter memilki pemain sekelas Zlatan Ibrahimovic’ yang selalu dapat membawa kemenangan buat Inter Milan. TERIMA KASIH IBRA KAMU BEGITU SPEKTAKULER kata-kata itulah yang bisa disampaikan oleh Interisti.

Ditulis dalam Bola. Leave a Comment »

Kopi Bisa Cegah Penyakit Alzheimer

SEORANG peneliti di Amerika Serikat mengungkapkan, kopi bisa menjadi obat pencegah penyakit Alzheimer di usia tua. Keterangan tentang hal ini ditulis dalam Journal of Neuroinflammation minggu ini di mana pembuktinya ada di para peminum kopi yang setelah menjelang usia tua sangat jarang diantaranya yang menderita penyakit tersebut. Sayangnya, Dr Jonathan Geiger tidak menyebutkan sampai sejauh mana efeknya dan bisa mempengaruhi hingga berapa persen.

Dr Jonathan Geiger yang merupakan peneliti dari University of North Dakota ini mengatakan, kopi bisa dipakai sebagai alat penurun kolesterol yang baik. Perlindungannya terhadap otak bisa terjadi dengan baik karena kafein dalam kopi bisa mengurangi kolesterol di antara pembuluh otak tersebut. ”Dengan penjelasan ini, diketahui bahwa kopi menjadi satu alat yang baik untuk selalu memperlancar saluran darah ke otak,” tukasnya.

Dalam banyak studi dikatakan bahwa kandungan kolesterol yang tinggi di dalam darah, bisa membuat filter saringan darah di dalam otak menjadi lemah. Padahal, fungsi saringan darah ke otak ini adalah untuk mencegah bahan-bahan berbahaya masuk ke sistem syaraf pusat.

Kasus ini tidak ditemui pada para peminum kopi karena kemampuan kafein yang bisa mengamankan dan menjaga stabilitas saringan darah otak ini bisa tetap bekerja dengan baik hingga usia tua. ”Percobaan kami setelah 12 minggu dilakukan diet kolesterol, faktanya saringan darah ke otak ini sama reaksinya dan bertahan baik mirip dengan peminum kopi,” katanya.

KARIM BENZEMA “New Zidane”

Lahir: Dec 19, 1987
Tempat Lahir : Lyon
Kewarganegaraan: Perancis
Olimpic Lyon

Lagi-lagi Benzema tampil istimewa di partai perdana. Kali ini dia mengundang decak kagum ketika mencetak satu-satunya gol ke gawang Austria dalam debutnya bersama timnas Perancis (28/003/07).
INILAH striker muda asal Perancis yang potensial menjadi salah satu penyerang terbaik di dunia. Karim Benzema namanya. Dia merumput di Olympique Lyonnais dan menjadi andalan di sana.

Kehebatannya sebagai striker tidak perlu diragukan lagi. Ada yang bilang teknik bermainnya mirip Thierry Henry. Kemampuan mengecoh lawannya hampir sama dengan Nicolas Anelka. Selain itu, dia juga lihai menyundul layaknya David Trezeguet.

Anehnya dia sering disebut Zinedine Zidane baru. Padahal posisi Benzema berbeda dengan sang maestro. Zizou adalah ruh permainan sebuah tim di lini tengah, sementara dirinya pendobrak pertahanan lawan di lini depan. Tapi memang ada kesamaan di antara keduanya selain sama-sama berdarah Aljazair. Baik Zizou dan Benzema, sangat anggun dan elegan ketika memainkan bola.

Meski begitu, dibandingkan dengan pemain sekelas Zidane, Benzema rendah hati menolaknya. Dengan segala hormat kepada Zizou, Benzema mengaku dia bukan panutannya. “Sejak kecil Ronaldo adalah idolaku. Dialah sumber inspirasiku,” katanya.

Wajar karena naluri Benzema sesungguhnya striker. Talentanya mulai diendus pemandu bakat Lyon ketika bermain di Bron Terraillon pada 1996. Umur Benzema waktu itu baru sembilan tahun, namun Lyon sudah ngebet menggaetnya ke tim junior.

Penciuman yang jitu. Di tim junior Lyon, perkembangan Benzema sangat pesat. Itu membuatnya dipercaya memperkuat tim U-16, U-17, dan U-18 Perancis. Selama itu Benzema menciptakan prestasi hebat dengan mencetak 20 gol dalam 35 pertandingan.

Ini membuatnya segera naik kelas ke tim senior. Dan, pada musim 2004-05, dia melakukan debutnya di Ligue 1 melawan Metz.

Meski tampil menawan di partai perdana, Benzema masih dianggap terlalu muda. Dia pun terpaksa menghuni bangku cadangan. Namun itu tidak bertahan lama. Musim 2006-07, Benzema sudah menduduki posisi inti Lyon. Prestasi yang hebat untuk pemain berumur 19 tahun seperti dirinya.

Sesudah itu Benzema makin mantap di Lyon. Apalagi dia menunjukkan kelasnya dengan tampil menawan di segala posisi di lini depan. Benzema tidak canggung bermain sebagai penyerang kiri, kanan, atau striker utama. Ini membuatnya makin dipercaya sebagai calon penyerang utama Les Bleus di masa depan.

Kontan banyak tim besar Eropa ingin memakai tenaganya. Mulai dari Real Madrid, Manchester United, AC Milan, hingga Arsenal dikabarkan meminatinya. Tapi Lyon tampak enggan melepasnya. Terbukti Benzema kini mereka ikat hingga 2013 dengan opsi perpanjangan kontrak satu tahun lagi. Di kontrak barunya ini Benzema mendapat bayaran sebesar 400 ribu euro (sekitar Rp5,8 miliar) per bulan, sehingga menjadikannya pemain dengan gaji tertinggi di Ligue 1.

Ini tanda Lyon benar-benar tidak mau kehilangan dirinya. Maklum, Les Gones tahu Benzema bakal menjadi salah satu penyerang terbaik di dunia suatu saat nanti.

Ditulis dalam Bola. Leave a Comment »

KARIM BENZEMA

Lahir: Dec 19, 1987
Tempat Lahir : Lyon
Kewarganegaraan: Perancis
Klub : Olympic Lion 
Lagi-lagi Benzema tampil istimewa di partai perdana. Kali ini dia mengundang decak kagum ketika mencetak satu-satunya gol ke gawang Austria dalam debutnya bersama timnas Perancis (28/003/07).

INILAH striker muda asal Perancis yang potensial menjadi salah satu penyerang terbaik di dunia. Karim Benzema namanya. Dia merumput di Olympique Lyonnais dan menjadi andalan di sana.

Kehebatannya sebagai striker tidak perlu diragukan lagi. Ada yang bilang teknik bermainnya mirip Thierry Henry. Kemampuan mengecoh lawannya hampir sama dengan Nicolas Anelka. Selain itu, dia juga lihai menyundul layaknya David Trezeguet.

Anehnya dia sering disebut Zinedine Zidane baru. Padahal posisi Benzema berbeda dengan sang maestro. Zizou adalah ruh permainan sebuah tim di lini tengah, sementara dirinya pendobrak pertahanan lawan di lini depan. Tapi memang ada kesamaan di antara keduanya selain sama-sama berdarah Aljazair. Baik Zizou dan Benzema, sangat anggun dan elegan ketika memainkan bola.

Meski begitu, dibandingkan dengan pemain sekelas Zidane, Benzema rendah hati menolaknya. Dengan segala hormat kepada Zizou, Benzema mengaku dia bukan panutannya. “Sejak kecil Ronaldo adalah idolaku. Dialah sumber inspirasiku,” katanya.

Wajar karena naluri Benzema sesungguhnya striker. Talentanya mulai diendus pemandu bakat Lyon ketika bermain di Bron Terraillon pada 1996. Umur Benzema waktu itu baru sembilan tahun, namun Lyon sudah ngebet menggaetnya ke tim junior.

Penciuman yang jitu. Di tim junior Lyon, perkembangan Benzema sangat pesat. Itu membuatnya dipercaya memperkuat tim U-16, U-17, dan U-18 Perancis. Selama itu Benzema menciptakan prestasi hebat dengan mencetak 20 gol dalam 35 pertandingan.

Ini membuatnya segera naik kelas ke tim senior. Dan, pada musim 2004-05, dia melakukan debutnya di Ligue 1 melawan Metz.

Meski tampil menawan di partai perdana, Benzema masih dianggap terlalu muda. Dia pun terpaksa menghuni bangku cadangan. Namun itu tidak bertahan lama. Musim 2006-07, Benzema sudah menduduki posisi inti Lyon. Prestasi yang hebat untuk pemain berumur 19 tahun seperti dirinya.

Sesudah itu Benzema makin mantap di Lyon. Apalagi dia menunjukkan kelasnya dengan tampil menawan di segala posisi di lini depan. Benzema tidak canggung bermain sebagai penyerang kiri, kanan, atau striker utama. Ini membuatnya makin dipercaya sebagai calon penyerang utama Les Bleus di masa depan.

Kontan banyak tim besar Eropa ingin memakai tenaganya. Mulai dari Real Madrid, Manchester United, AC Milan, hingga Arsenal dikabarkan meminatinya. Tapi Lyon tampak enggan melepasnya. Terbukti Benzema kini mereka ikat hingga 2013 dengan opsi perpanjangan kontrak satu tahun lagi. Di kontrak barunya ini Benzema mendapat bayaran sebesar 400 ribu euro (sekitar Rp5,8 miliar) per bulan, sehingga menjadikannya pemain dengan gaji tertinggi di Ligue 1.

Ini tanda Lyon benar-benar tidak mau kehilangan dirinya. Maklum, Les Gones tahu Benzema bakal menjadi salah satu penyerang terbaik di dunia suatu saat nanti.

Ditulis dalam Bola. Leave a Comment »

Cristiano Ronaldo

Lahir: Feb 05, 1985
Tempat Lahir : Funchal
Kewarganegaraan: Portugal

Manchester United

Cristiano Ronaldo termasuk pemain revolusioner yang memberi warna baru di sepak bola. Lihat saja olah bolanya. Meski posisi naturalnya gelandang sayap, bintang Manchester United ini mudah mencetak gol layaknya striker.

MU menggaetnya dari Sporting Lisbon pada awal musim 2003-04 dengan tebusan 12,24 juta pounds (sekitar Rp221,291 miliar). Pemincunya MU baru saja beruji coba dengan Sporting. Di pesawat sekembali dari Portugal, sejumlah pemain MU yang terpesona kepadanya mendesak manajer Sir Alex Ferguson untuk merekrut Ronaldo.

Keputusan Ferguson meluluskan permintaan para pemainnya tidak sia-sia. Di MU, Ronaldo berkembang menjadi pemain yang istimewa. Pada musim pertama dia sudah mengundang decak kagum. Salah satunya karena mencetak satu dari tiga gol MU di final Piala FA melawan Milwall.

Musim 2004-05, Ronaldo makin berkembang. Permainannya lebih efektif. Ronaldo tidak lagi gemar pamer olah bola yang atraktif belaka. Ini mengantarnya mendapatkan penghargaan FIFPro Special Young Player of the Year 2005.

Koleksi gelarnya bertambah lagi di musim 2005-06. Ronaldo mengantar MU meraih gelar juara Piala Liga Inggris, setelah mengalahkan Wigan Athletic 4-0. Lagi-lagi Ronaldo menyumbang satu gol di partai final.

Menjelang musim 2006-07, Piala Dunia 2006 bergulir. Di ajang tersebut, Ronaldo menjadi sorotan karena dianggap memperovokasi wasit untuk mengeluarkan rekan setimnya, Wayne Rooney dalam partai Inggris versus Portugal. Kejadian ini sempat membuat Ronaldo dicemooh fans dan dikabarkan akan pindah dari MU.
Kenyataan yang terjadi bertolak belakang. Ronaldo bertahan di MU, meski mendapat tekanan besar. Hebatnya dia membuktikan dirinya bintang sejati. Begitu tertekan, penampilannya melonjak drastis. Ronaldo berkembang menjadi pemain produktif. Faktanya, 17 gol dicetaknya di musim 2006-07. Gol-gol itu berperan besar mengantar MU menjuarai Premier League.

Namun Ronaldo tidak mau berhenti. Di musim 2007-08, dia kembali memperlihatkan dirinya mampu tampil lebih baik. Terbukti jumlah golnya di Premier League di musim lalu sudah terlampaui. Jika terus seperti ini, tidak aneh jika suatu saat Ronaldo akan menjadi pemain terbaik di dunia.

Ditulis dalam Bola. Leave a Comment »

Idola Baru Di Giuseppe Meazza

Nama: Ibahimovic’

Lahir: Oct 03, 1981
Tempat Lahir : Malmoe
Kewarganegaraan: Swedia

Klub: Internasionale Milan FC

Beruntunglah Inter Milan memiliki striker seperti Zlatan Ibrahimovic. Sebagai penyerang, Ibra layak disebut striker plus sebab tidak hanya lihai mencetak gol, namun juga bisa diandalkan dalam mengkreasi serangan.

Ibra memperlihatkannya di dua musim terakhir di La Beneamata. Sejak ditransfer pada musim 2006-07 dari Juventus, Ibra langsung menjadi motor serangan Inter. Hasilnya, scudetto diraih timnya pada akhir musim. Selain itu, dia juga berpeluang besar mempertahankannya di musim 2007-08.

Lahir di Swedia pada 3 Oktober 1981, Ibra merupakan keturunan Kroasia dan Bosnia. Sejak usai 8 tahun, dia sudah bergabung di klub Malmo Anadolu B.I. Dua tahun sesudahnya Ibra bermain di FKB Balkan.

Pada 1995, Ibra pindah ke FC Malmo. Empat tahun berikutnya dia sudah menembus tim utama dan bermain liga teratas Swedia. Saat itulah talentanya mulai terendus tim-tim besar Eropa. Waktu itu manajer Arsenal, Arsene Wenger berupaya meminangnya, namun tawarannya ditolak Malmo.

Pelatih Ajax Amsterdam saat itu, Leo Beenhakker juga terpesona kepadanya sesudah melihat gol istimewanya ke gawang Moss FK. Maka, Beenhakker tak segan mengeluarkan uang 7,8 juta euro untuk memecahkan rekor transfer termahal di Swedia demi menggaet Ibra. Transaksi itu terjadi pada 22 Maret 2001.

Mulailah Ibra memulai petualangan di Ajax. Dasar pemain istimewa, dia langsung menjadi bintang. Ibra merebut gelar juara Eredivisie 2001-02 dan 2003-04 serta KNVB Cup 2001-02. Sayang, kariernya di Ajax dinodai oleh sikap temperamentalnya. Ibra pernah menyerang rekan setimnya, Rafael van der Vaart sehingga akhirnya dijual ke Juventus pada musim 2004-05.

Namun uang 19 juta euro yang dikeluarkan Juventus untuk membelinya tidak sia-sia. Ibra menjadi salah satu kekuatan utama I Bianconeri. Bahkan dia mampu menggeser bintang seperti Alessandro Del Piero ke bangku cadangan.

Dua musim di Juventus, Ibra meraih dua scudetto, sebelum dilepas akibat kasus Calciopoli. Saat itulah, statusnya sebagai pemain papan atas mulai mapan. Tapi dia masih tak lepas dari kritik karena dianggap kurang “mematikan” di depan gawang.

Ibra kemudian memilih pindah ke Inter, sesudah Juventus terdegradasi ke Serie-B pada musim 2006-07. Di sinilah dia membuktikan kritik tersebut salah. Ibra mencetak 15 gol di Serie-A. Rekor ini memang masih kalah di banding 16 gol yang dicetaknya di musim 2004-05 bersama Juventus. Namun dalam hal rata-rata, prestasi Ibra meningkat karena melakukannya hanya dalam 27 partai saja atau 8 partai lebih sedikit dibanding musim 2004-05.

Ditulis dalam Bola. Leave a Comment »

Cesc Fabregas


Nama : Ces Fabregas
Lahir: May 04, 1987
Tempat Lahir : Casal de Curacion
Kewarganegaraan: Spanyol

Permainan indah dan agresif ala Arsenal tidak bisa dilepaskan dari peran Francesc Fabregas. Gelandang asal Spanyol inilah otak permainan The Gunners.

Fabregas dikenal sebagai seorang playmaker andal. Umpan-umpannya jitu dan terukur. Padahal Fabregas masih terhitung belia. Umurnya baru menginjak 20 tahun. Tapi, hebatnya dia mampu bermain seperti pemain dewasa yang telah kenyang pengalaman.
Fabregas direkrut Arsenal dari Barcelona dengan tebusan 2,25 juta pounds (sekitar Rp40,8 miliar) pada Oktober 2003. Dia melakukan debut di Arsenal dengan bermain melawan Rotherham United di Piala Carling (28/10/03). Ini menjadikannya pemain termuda yang pernah membela Arsenal. Waktu itu Fabregas berumur 16 tahun 177 hari.
Permainan indah dan agresif ala Arsenal tidak bisa dilepaskan dari peran Francesc Fabregas. Gelandang asal Spanyol inilah otak permainan The Gunners.

Pada musim 2007-08, Fabregas makin berkembang. Terbukti dia mampu menaikkan ketajamannya. Wajar manajer Arsenal, Arsene Wenger melakukan tindakan tidak biasa. Pada Oktober 2006, dia memperpanjang kontrak Fabregas hingga 2014. Tindakan yang istimewa karena biasanya Wenger engan mengontrak pemain dalam jangka panjang. Tapi demi Fabregas, Wenger rela melakukannya karena sadar pemain ini adalah otak permainan dan masa depan The Gunners.
Kendati demikian, Fabregas belum merasakan Premier League. Baru di musim 2004-05, dia tampil di Premier League. Debutnya terjadi 15 Agustus 2004 melawan Everton. Lagi-lagi, debutnya menjadi rekor. Fabregas menjadi pemain termuda Arsenal yang pernah bermain di Premier League. Dia melakukannya di umur 17 tahun 103 hari.

Tampil di tim utama pada musim kedua di Arsenal sebelumnya tak pernah terbayangkan oleh Fabregas. Maklum, di Arsenal bercokol gelandang hebat seperti Patrick Vieira. Namun kenyataan berbeda. Fabregas sering ditampilkan seiring cedera yang menimpa Vieira.
Lambat laun penampilan Fabregas terus berkembang. Dirinya makin memperlihatkan kemampuan sebagai jendral lapangan tengah. Ini membuat Arsenal berani melepas Vieira ke Juventus pada awal musim 2005-06 karena yakin terhadap kemampuannya. Bukti kepercayaan The Gunners salah satunya diperlihatkan dengan memberikan nomor kostum 4 yang dulu dipakai Vieira kepadanya.

Sesudah itu Fabregas mantap menjadi pemain utama. Hasilnya sungguh positif. Dia berhasil mengantar timnya menembus final Liga Champions 2005-06. Sayang timnya kalah dari Barcelona.

Musim berikutnya, Fabregas tetap mempertahan posisinya. Dia dimainkan dalam 38 pertandingan di Premier League. Ini membuatnya mendapat anugerah Golden Boy dari media Italia, Tuttosport.

Pada musim 2007-08, Fabregas makin berkembang. Terbukti dia mampu menaikkan ketajamannya. Wajar manajer Arsenal, Arsene Wenger melakukan tindakan tidak biasa. Pada Oktober 2006, dia memperpanjang kontrak Fabregas hingga 2014. Tindakan yang istimewa karena biasanya Wenger engan mengontrak pemain dalam jangka panjang. Tapi demi Fabregas, Wenger rela melakukannya karena sadar pemain ini adalah otak permainan dan masa depan The Gunners.

Ditulis dalam Bola. Tag: . Leave a Comment »

manajemen

Sejarah

Banyak kesulitan yang terjadi dalam melacak sejarah manajemen. Namun diketahui bahwa ilmu manajemen telah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Hal ini dibuktikan dengan adanya piramida di Mesir. Piramida tersebut dibangun oleh lebih dari 100.000 orang selama 20 tahun.[1] Piramida Giza tak akan berhasil dibangun jika tidak ada seseorang—tanpa mempedulikan apa sebutan untuk manajer ketika itu—yang merencanakan apa yang harus dilakukan, mengorganisir manusia serta bahan bakunya, memimpin dan mengarahkan para pekerja, dan menegakkan pengendalian tertentu guna menjamin bahwa segala sesuatunya dikerjakan sesuai rencana.

Piramida di Mesir. Pembangunan piramida ini tak mungkin terlaksana tanpa adanya seseorang yang merencanakan, mengorganisasikan dan menggerakan para pekerja, dan mengontrol pembangunannya.

Piramida di Mesir. Pembangunan piramida ini tak mungkin terlaksana tanpa adanya seseorang yang merencanakan, mengorganisasikan dan menggerakan para pekerja, dan mengontrol pembangunannya.

Praktik-praktik manajemen lainnya dapat disaksikan selama tahun 1400-an di kota Venesia, Italia, yang ketika itu menjadi pusat perekonomian dan perdagangan di sana. Penduduk Venesia mengembangkan bentuk awal perusahaan bisnis dan melakukan banyak kegiatan yang lazim terjadi di organisasi modern saat ini. Sebagai contoh, di gudang senjata Venesia, kapal perang diluncurkan sepanjang kanal dan pada tiap-tiap perhentian, bahan baku dan tali layar ditambahkan ke kapal tersebut. Hal ini mirip dengan model lini perakitan (assembly line) yang dikembangkan oleh Hanry Ford untuk merakit mobil-mobilnya. Selain lini perakitan tersebut, orang Venesia memiliki sistem penyimpanan dan pergudangan untuk memantau isinya, manajemen sumber daya manusia untuk mengelola angkatan kerja, dan sistem akuntansi untuk melacak pendapatan dan biaya.[2]

Sebelum abad ke-20, terjadi dua peristiwa penting dalam ilmu manajemen. Peristiwa pertama terjadi pada tahun 1776, ketika Adam Smith menerbitkan sebuah doktrin ekonomi klasik, The Wealth of Nation. Dalam bukunya itu, ia mengemukakan keunggulan ekonomis yang akan diperoleh organisasi dari pembagian kerja (division of labor), yaitu perincian pekerjaan ke dalam tugas-tugas yang spesifik dan berulang. Dengan menggunakan industri pabrik peniti sebagai contoh, Smith mengatakan bahwa dengan sepuluh orang—masing-masing melakukan pekerjaan khusus—perusahaan peniti dapat menghasilkan kurang lebih 48.000 peniti dalam sehari. Akan tetapi, jika setiap orang bekerja sendiri menyelesaikan tiap-tiap bagian pekerjaan, sudah sangat hebat bila mereka mampu menghasilkan sepuluh peniti sehari. Smith menyimpulkan bahwa pembagian kerja dapat meningkatkan produktivitas dengan (1) meningkatnya keterampilan dan kecekatan tiap-tiap pekerja, (2) menghemat waktu yang terbuang dalam pergantian tugas, dan (3) menciptakan mesin dan penemuan lain yang dapat menghemat tenaga kerja.

Peristiwa penting kedua yang mempengaruhi perkembangan ilmu manajemen adalah Revolusi Industri di Inggris. Revolusi Industri menandai dimulainya penggunaan mesin, menggantikan tenaga manusia, yang berakibat pada pindahnya kegiatan produksi dari rumah-rumah menuju tempat khusus yang disebut pabrik. Perpindahan ini mengakibatkan manajer-manajer ketika itu membutuhkan teori yang dapat membantu mereka meramalkan permintaan, memastikan cukupnya persediaan bahan baku, memberikan tugas kepada bawahan, mengarahkan kegiatan sehari-hari, dan lain-lain, sehingga ilmu manajamen mulai dikembangkan oleh para ahli.

Di awal abad ke-20, seorang industriawan Perancis bernama Henry Fayol mengajukan gagasan lima fungsi utama manajemen: merancang, mengorganisasi, memerintah, mengoordinasi, dan mengendalikan. Gagasan Fayol itu kemudian mulai digunakan sebagai kerangka kerja buku ajar ilmu manajemen pada pertengahan tahun 1950, dan terus berlangsung hingga sekarang.

Sumbangan penting lainnya datang dari ahli sosilogi Jerman Max Weber. Weber menggambarkan suatu tipe ideal organisasi yang disebut sebagai birokrasi—bentuk organisasi yang dicirikan oleh pembagian kerja, hierarki yang didefinisikan dengan jelas, peraturan dan ketetapan yang rinci, dan sejumlah hubungan yang impersonal. Namun, Weber menyadari bahwa bentuk “birokrasi yang ideal” itu tidak ada dalam realita. Dia menggambarkan tipe organisasi tersebut dengan maksud menjadikannya sebagai landasan untuk berteori tentang bagaimana pekerjaan dapat dilakukan dalam kelompok besar. Teorinya tersebut menjadi contoh desain struktural bagi banyak organisasi besar sekarang ini.[3]

Perkembangan selanjutnya terjadi pada tahun 1940-an ketika Patrick Blackett melahirlkan ilmu riset operasi, yang merupakan kombinasi dari teori statistika dengan teori mikroekonomi. Riset operasi, sering dikenal dengan “Sains Manajemen”, mencoba pendekatan sains untuk menyelesaikan masalah dalam manajemen, khususnya di bidang logistik dan operasi. Pada tahun 1946, Peter F. Drucker—sering disebut sebagai Bapak Ilmu Manajemen—menerbitkan salah satu buku paling awal tentang manajemen terapan: “Konsep Korporasi” (Concept of the Corporation). Buku ini muncul atas ide Alfred Sloan (chairman dari General Motors) yang menugaskan penelitian tentang organisasi.

[sunting] Teori manajemen

[sunting] Manajemen ilmiah

Frederick Winslow Taylor.

Frederick Winslow Taylor.

Manajemen ilmiah, atau dalam bahasa Inggris disebut scientific management, pertama kali dipopulerkan oleh Frederick Winslow Taylor dalam bukunya yang berjudul Principles of Scientific Management pada tahun 1911. Dalam bukunya itu, Taylor mendeskripsikan manajemen ilmiah adalah “penggunaan metode ilmiah untuk menentukan cara terbaik dalam menyelesaikan suatu pekerjaan.” Beberapa penulis seperti Stephen Robbins menganggap tahun terbitnya buku ini sebagai tahun lahirya teori manajemen modern.

Ide tentang penggunaan metode ilmiah muncul ketika Taylor merasa kurang puas dengan ketidakefesienan pekerja di perusahaannya. Ketidakefesienan itu muncul karena mereka menggunakan berbagai macam teknik yang berbeda untuk pekerjaan yang sama—nyaris tak ada standar kerja di sana. Selain itu, para pekerja cenderung menganggap gampang pekerjaannya. Taylor berpendapat bahwa hasil dari para pekerja itu hanyalah sepertiga dari yang seharusnya. Taylor kemudian, selama 20 tahun, berusaha keras mengoreksi keadaan tersebut dengan menerapkan metode ilmiah untuk menemukan sebuah “teknik paling baik” dalam menyelesaikan tiap-tiap pekerjaan.

Berdasarkan pengalamannya itu, Taylor membuat sebuah pedoman yang jelas tentang cara meningkatkan efesiensi produksi. Pedoman tersebut adalah:

  1. Kembangkanlah suatu ilmu bagi tiap-tiap unsur pekerjaan seseorang, yang akan menggantikan metode lama yang bersifat untung-untungan.
  2. Secara ilmiah, pilihlah dan kemudian latihlah, ajarilah, atau kembangkanlah pekerja tersebut.
  3. Bekerja samalah secara sungguh-sungguh dengan para pekerja untu menjamin bahwa semua pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan prinsip-prinsip ilmu yang telah dikembangkan tadi.
  4. Bagilah pekerjaan dan tanggung jawab secara hampir merata antara manajemen dan para pekerja. Manajemen mengambil alih semua pekerjaan yang lebih sesuai baginya daripada bagi para pekerja.

Pedoman ini mengubah drastis pola pikir manajemen ketika itu. Jika sebelumnya pekerja memilih sendiri pekerjaan mereka dan melatih diri semampu mereka, Taylor mengusulkan manajemenlah yang harus memilihkan pekerjaan dan melatihnya. Manajemen juga disarankan untuk mengambil alih pekerjaan yang tidak sesuai dengan pekerja, terutama bagian perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengontrolan. Hal ini berbeda dengan pemikiran sebelumnya di mana pekerjalah yang melakukan tugas tersebut.

Manajemen ilmiah kemudian dikembangkan lebih jauh oleh pasangan suami-istri Frank dan Lillian Gilbreth. Keduanya tertarik dengan ide Taylor setelah mendengarkan ceramahnya pada sebuah pertemuan profesional.

Keluarga Gilbreth berhasil menciptakan mikronometer yang dapat mencatat setiap gerakan yang dilakukan oleh pekerja dan lamanya waktu yang dihabiskan untuk melakukan setiap gerakan tersebut. Gerakan yang sia-sia yang luput dari pengamatan mata telanjang dapat diidentifikasi dengan alat ini, untuk kemudian dihilangkan. Keluarga Gilbreth juga menyusun skema klasifikasi untuk memberi nama tujuh belas gerakan tangan dasar (seperti mencari, menggenggam, memegang) yang mereka sebut Therbligs (dari nama keluarga mereka, Gilbreth, yang dieja terbalik dengan huruf th tetap). Skema tersebut memungkinkan keluarga Gilbreth menganalisis cara yang lebih tepat dari unsur-unsur setiap gerakan tangan pekerja.

Skema itu mereka dapatkan dari pengamatan mereka terhadap cara penyusunan batu bata. Sebelumnya, Frank yang bekerja sebagai kontraktor bangunan menemukan bahwa seorang pekerja melakukan 18 gerakan untuk memasang batu bata untuk eksterior dan 18 gerakan juga untuk interior. Melalui penelitian, ia menghilangkan gerakan-gerakan yang tidak perlu sehingga gerakan yang diperlukan untuk memasang batu bata eksterior berkurang dari 18 gerakan menjadi 5 gerakan. Sementara untuk batu bata interior, ia mengurangi secara drastis dari 18 gerakan hingga menjadi 2 gerakan saja. Dengan menggunakan teknik-teknik Gilbreth, tukang baku dapat lebih produktif dan berkurang kelelahannya di penghujung hari.

[sunting] Teori administrasi umum

Teori administrasi umum atau, dalam bahasa Inggris, general theory of administration, adalah teori umum mengenai apa yang dilakukan oleh para manajer dan bagaimana cara membentuk praktik manajemen yang baik. Sumbangan penting untuk teori ini datang dari industrialis Perancis Henri Fayol dengan 14 prinsip manajemen-nya dan sosiolog Jerman Max Weber dengan konsep birokrasi—bentuk organisasi yang dicirikan oleh pembagian kerja, hierarki yang didefinisikande dengan jelas, peraturan dan ketetapan rinci, dan sejumlah hubungan impersonal.

[sunting] Pendekatan kuantitatif

Pendekatan kuantitatif adalah penggunaan sejumlah teknik kuantitatif—seperti statistik, model optimasi, model informasi, atau simulasi komputer—untuk membantu manajemen dalam mengambil keputusan. Sebagai contoh, pemrograman linear digunakan para manajer untuk membantu mengambil kebijakan pengalokasian sumber daya; analisis jalur krisis (Critical Path Analysis) dapat digunakan untuk membuat penjadwalan kerja yang lebih efesien; model kuantitas pesanan ekonomi (economic order quantity model) membantu manajer menentukan tingkat persediaan optimum; dan lain-lain.

Pengembangan kuantitatif muncul dari pengembangan solusi matematika dan statistik terhadap masalah militer selama Perang Dunia II. Setelah perang berakhir, teknik-teknik matematika dan statistika yang digunakan untuk memecahkan persoalan-persoalan militer itu diterapkan di sektor bisnis. Pelopornya adalah sekelompok perwira militer yang dijuluki “Whiz Kids.” Para perwira yang bergabung dengan Ford Motor Company pada pertengahan 1940-an ini menggunakan metode statistik dan model kuantitatif untuk memperbaiki pengambilan keputusan di Ford.

[sunting] Kajian Hawthorne

Kajian Hawthrone adalah serangkaian kajian yang dilakukan pada tahun 1920-an hingga 1930-an. Kajian ini awalnya bertujuan mempelajari pengaruh berbagai macam tingkat penerangan lampu terhadap produktivitas kerja. Kajian dilakukan di Western Electric Company Works di Cicero, Illenois.

Uji coba dilaksanakan dengan membagi karyawan ke dalam dua kelompok, yaitu kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Kelompok eksperimen dikenai berbagai macam intensitas penerangan sementara kelompok kontrol bekerja di bawah intensitas penerangan yang tetap. Para peneliti mengharapkan adanya perbedaan jika intensitas cahaya diubah. Namun, mereka mendapatkan hasil yang mengejutkan: baik tingkat cahaya itu dinaikan maupun diturunkan, output pekerja meningkat daripada biasanya. Para peneliti tidak dapat menjelaskan apa yang mereka saksikan, mereka hanya dapat menyimpulkan bahwa intensitas penerangan tidak berhubungan langsung dengan produktivitas kelompok dan “sesuatu yang lain pasti” telah menyebabkan hasil itu.

Pada tahun 1927, Profesor Elton Mayo dari Harvard beserta rekan-rekannya diundang untuk bergabung dalam kajian ini. Mereka kemudian melanjutkan penelitian tentang produktivitas kerja dengan cara-cara yang lain, misalnya dengan mendesain ulang jabatan, mengubah lamanya jam kerja dan hari kerja alam seminggu, memperkenalkan periode istirahat, dan menyusun rancangan upah individu dan rancangan upah kelompok. Penelitian ini mengindikasikan bahwa ternyata insentif-insentif di atas lebih sedikit pengaruhnya terhadap output pekerja dibandingkan dengan tekanan kelompok, penerimaan kelompok, serta rasa aman yang menyertainya. Peneliti menyimpulkan bahwa norma-norma sosial atau standar kelompok merupakan penentu utama perilaku kerja individu.

Kalangan akademisi umumnya sepakat bahwa Kajian Hawthrone ini memberi dampak dramatis terhadap arah keyakinan manajemen terhadap peran perlikau manusia dalam organisasi. Mayo menyimpulkan bahwa:

  • perilaku dan sentimen memiliki kaitan yang sangat erat
  • pengaruh kelompok sangat besar dampaknya pada perilaku individu
  • standar kelompok menentukan hasil kerja masing-masing karyawan
  • uang tidak begitu menjadi faktor penentu output bila dibandingkan dengan standar kelompok, sentimen kelompok, dan rasa aman.

Kesimpulan-kesimpulan itu berakibat pada penekanan baru terhadap faktor perilaku manusia sebagai penentu berfungsi atau tidaknya organisasi, dan pencapaian sasaran organisasi tersebut.

[sunting] Fungsi manajemen

!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Fungsi manajemen

Fungsi manajemen adalah elemen-elemen dasar yang akan selalu ada dan melekat di dalam proses manajemen yang akan dijadikan acuan oleh manajer dalam melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan. Fungsi manajemen pertama kali diperkenalkan oleh seorang industrialis Perancis bernama Henry Fayol pada awal abad ke-20. Ketika itu, ia menyebutkan lima fungsi manajemen, yaitu merancang, mengorganisir, memerintah, mengordinasi, dan mengendalikan. Namun saat ini, kelima fungsi tersebut telah diringkas menjadi empat, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian.

Perencanaan adalah memikirkan apa yang akan dikerjakan dengan sumber yang dimiliki. Perencanaan dilakukan untuk menentukan tujuan perusahaan secara keseluruhan dan cara terbaik untuk memenuhi tujuan itu. Manajer mengevaluasi berbagai rencana alternatif sebelum mengambil tindakan dan kemudian melihat apakah rencana yang dipilih cocok dan dapat digunakan untuk memenuhi tujuan perusahaan. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan, fungsi-fungsi lainnya tak dapat berjalan.

Fungsi kedua adalah pengorganisasian atau organizing. Pengorganisasian dilakukan dengan tujuan membagi suatu kegiatan besar menjadi kegiatan-kegiatan yang lebih kecil. Pengorganisasian mempermudah manajer dalam melakukan pengawasan dan menentukan orang yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas-tugas yang telah dibagi-bagi tersebut. Pengorganisasian dapat dilakukan dengan cara menentukan tugas apa yang harus dikerjakan, siapa yang harus mengerjakannya, bagaimana tugas-tugas tersebut dikelompokkan, siapa yang bertanggung jawab atas tugas tersebut, pada tingkatan mana keputusan harus diambil.

Pengarahan atau directing adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran sesuai dengan perencanaan manajerial dan usaha-usaha organisasi. Jadi actuating artinya adalah menggerakkan orang-orang agar mau bekerja dengan sendirinya atau penuh kesadaran secara bersama-sama untuk mencapai tujuan yang dikehendaki secara efektif. Dalam hal ini yang dibutuhkan adalah kepemimpinan (leadership).

Pengevaluasian atau evaluating dalah proses pengawasan dan pengendalian performa perusahaan untuk memastikan bahwa jalannya perusahaan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Seorang manajer dituntut untuk menemukan masalah yang ada dalam operasional perusahaan, kemudian memecahkannya sebelum masalah itu menjadi semakin besar.

[sunting] Tingkatan manajer

Piramida jumlah karyawan pada organisasi dengan struktur tradisional, berdasarkan tingkatannya.

Piramida jumlah karyawan pada organisasi dengan struktur tradisional, berdasarkan tingkatannya.

Pada organisasi berstruktur tradisional, manajer sering dikelompokan menjadi manajer puncak, manajer tingkat menengah, dan manajer lini pertama (biasanya digambarkan dengan bentuk piramida, di mana jumlah karyawan lebih besar di bagian bawah daripada di puncak). manejemen lini pertama (first-line management), dikenal pula dengan istilah manajemen operasional, merupakan manajemen tingkatan paling rendah yang bertugas memimpin dan mengawasi karyawan non-manajerial yang terlibat dalam proses produksi. Mereka sering disebut penyelia (supervisor), manajer shift, manajer area, manajer kantor, manajer departemen, atau bahkan mandor (foreman). Satu tingkat di atasnya adalah middle management atau manajemen tingkat menengah. Manajer menengah mencakup semua manajemen yang berada di antara manajer lini pertama dan manajemen puncak dan bertugas sebagai penghubung antara keduanya. Jabatan yang termasuk manajer menengah di antaranya kepala bagian, pemimpin proyek, manajer pabrik, atau manajer divisi. Di bagian puncak pimpinan organisasi terdapat manajemen puncak yang sering disebut dengan executive officer atau top management. Bertugas merencanakan kegiatan dan strategi perusahaan secara umum dan mengarahkan jalannya perusahaan. Contoh top manajemen adalah CEO (chief executive officer) dan CFO (chief financial officer)

Meskipun demikian, tidak semua organisasi dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan menggunakan bentuk piramida tradisional ini. Misalnya pada organisasi yang lebih fleksibel dan sederhana, dengan pekerjaan yang dilakukan oleh tim karyawan yang selalu berubah, berpindah dari satu proyek ke proyek lainnya sesuai dengan dengan permintaan pekerjaan.

[sunting] Peran manajer

Henry Mintzberg, seorang ahli riset ilmu manajemen, mengemukakan bahwa ada sepuluh peran yang dimainkan oleh manajer di tempat kerjanya. Ia kemudian mengelompokan kesepuluh peran itu ke dalam tiga kelompok, yaitu peran antarpribadi, peran informasional, dan peran pengambilan keputusan. Peran antarpribadi adalah peran yang melibatkan orang dan kewajiban lain, yang bersifat seremonial dan simbolis. Tiga peran antarpribadi itu meliputi peran sebagai figur untuk anak buah, pemimpin, dan penghubung. Peran informasional meliputi peran manajer sebagai pemantau dan penyebar informasi, serta peran sebagai juru bicara. Peran ketiga yaitu peran pengambil keputusan. Yang termasuk dalam kelompok ini adalah peran sebagai seorang wirausahawan, pemecah masalah, pembagi sumber daya, dan perunding. Mintzberg kemudian menyimpulkan bahwa secara garis besar, aktivitas yang dilakukan oleh manajer adalah berinteraksi dengan orang lain.

[sunting] Keterampilan manajer

Gambar ini menunjukan keterampilan yang dibutuhkan manajer pada setiap tingkatannya.

Gambar ini menunjukan keterampilan yang dibutuhkan manajer pada setiap tingkatannya.

Robert L. Katz pada tahun 1970-an mengemukakan bahwa setiap manajer membutuhkan minimal tiga keterampilan dasar. Keterampilan pertama adalah keterampilan konseptual (conceptional skill). Manajer tingkat atas (top manager) harus memiliki keterampilan untuk membuat konsep, ide, dan gagasan demi kemajuan organisasi. Gagasan atau ide serta konsep tersebut kemudian haruslah dijabarkan menjadi suatu rencana kegiatan untuk mewujudkan gagasan atau konsepnya itu. Proses penjabaran ide menjadi suatu rencana kerja yang kongkret itu biasanya disebut sebagai proses perencanaan atau planning. Oleh karena itu, keterampilan konsepsional juga meruipakan keterampilan untuk membuat rencana kerja. Selain kemampuan konsepsional, manajer juga perlu dilengkapi dengan keterampilan berkomunikasi atau keterampilan berhubungan dengan orang lain, yang disebut juga keterampilan kemanusiaan (humanity skill). Komunikasi yang persuasif harus selalu diciptakan oleh manajer terhadap bawahan yang dipimpinnya. Dengan komunikasi yang persuasif, bersahabat, dan kebapakan akan membuat karyawan merasa dihargai dan kemudian mereka akan bersikap terbuka kepada atasan. Keterampilan berkomunikasi diperlukan, baik pada tingkatan manajemen atas, menengah, maupun bawah. Keterampilan ketiga adalah keterampilan teknis yang pada umumnya merupakan bekal bagi manajer pada tingkat yang lebih rendah. Keterampilan teknis ini merupakan kemampuan untuk menjalankan suatu pekerjaan tertentu, misalnya menggunakan program komputer, memperbaiki mesin, membuat kursi, akuntansi dan lain-lain.

Selain tiga keterampilan dasar di atas, Ricky W. Griffin dalam bukunya Business 8th Edition menambahkan dua keterampilan dasar yang perlu dimiliki manajer, yaitu keterampilan manajemen waktu dan keterampilan membuat keputusan.

Kemampuan manajemen waktu merujuk pada kemampuan seorang manajer untuk menggunakan waktu yang dimilikinya secara bijaksana. Griffin mengajukan contoh kasus Lew Frankfort dari Coach. Pada tahun 2004, sebagai manajer, Frankfort digaji $2.000.000 per tahun. Jika diasumsikan bahwa ia bekerja selama 50 jam per minggu dengan waktu cuti 2 minggu, maka gaji Frankfort setiap jamnya adalah $800 per jam—sekitar $13 per menit. Dari sana dapat kita lihat bahwa setiap menit yang terbuang akan sangat merugikan perusahaan. Kebanyakan manajer, tentu saja, memiliki gaji yang jauh lebih kecil dari Frankfort. Namun demikian, waktu yang mereka miliki tetap merupakan aset berharga, dan menyianyiakannya berarti membuang-buang uang dan mengurangi produktivitas perusahaan.

Keterapilan kedua, yaitu keterampilan membuat keputusan, adalah kemampuan untuk mendefinisikan masalah dan menentukan cara terbaik dalam memecahkannya. Kemampuan membuat keputusan adalah yang paling utama bagi seorang manajer, terutama bagi kelompok manajer atas (top manager). Griffin mengajukan tiga langkah dalam pembuatan keputusan. Pertama, seorang manajer harus mendefinisikan masalah dan mencari berbagai alternatif yang dapat diambil untuk menyelesaikannya. Kedua, manajer harus mengevaluasi setiap alternatif yang ada dan memilih sebuah alternatif yang dianggap paling baik. Dan terakhir, manajer harus mengimplementasikan alternatif yang telah ia pilih serta mengawasi dan mengevaluasinya agar tetap berada di jalur yang benar. (Griffin:2006)

[sunting] Sarana manajemen

Man dan machine, dua sarana manajemen.

Man dan machine, dua sarana manajemen.

Untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan diperlukan alat-alat sarana (tools). Tools merupakan syarat suatu usaha untuk mencapai hasil yang ditetapkan. Tools tersebut dikenal dengan 6M, yaitu men, money, materials, machines, method, dan markets.

Man merujuk pada sumber daya manusia yang dimiliki oleh organisasi. Dalam manajemen, faktor manusia adalah yang paling menentukan. Manusia yang membuat tujuan dan manusia pula yang melakukan proses untuk mencapai tujuan. Tanpa ada manusia tidak ada proses kerja, sebab pada dasarnya manusia adalah makhluk kerja. Oleh karena itu, manajemen timbul karena adanya orang-orang yang berkerja sama untuk mencapai tujuan.

Money atau Uang merupakan salah satu unsur yang tidak dapat diabaikan. Uang merupakan alat tukar dan alat pengukur nilai. Besar-kecilnya hasil kegiatan dapat diukur dari jumlah uang yang beredar dalam perusahaan. Oleh karena itu uang merupakan alat (tools) yang penting untuk mencapai tujuan karena segala sesuatu harus diperhitungkan secara rasional. Hal ini akan berhubungan dengan berapa uang yang harus disediakan untuk membiayai gaji tenaga kerja, alat-alat yang dibutuhkan dan harus dibeli serta berapa hasil yang akan dicapai dari suatu organisasi.

Material terdiri dari bahan setengah jadi (raw material) dan bahan jadi. Dalam dunia usaha untuk mencapai hasil yang lebih baik, selain manusia yang ahli dalam bidangnya juga harus dapat menggunakan bahan/materi-materi sebagai salah satu sarana. Sebab materi dan manusia tidaki dapat dipisahkan, tanpa materi tidak akan tercapai hasil yang dikehendaki.

Machine atau Mesin digunakan untuk memberi kemudahan atau menghasilkan keuntungan yang lebih besar serta menciptakan efesiensi kerja.

Metode adalah suatu tata cara kerja yang memperlancar jalannya pekerjaan manajer. Sebuah metode daat dinyatakan sebagai penetapan cara pelaksanaan kerja suatu tugas dengan memberikan berbagai pertimbangan-pertimbangan kepada sasaran, fasilitas-fasilitas yang tersedia dan penggunaan waktu, serta uang dan kegiatan usaha. Perlu diingat meskipun metode baik, sedangkan orang yang melaksanakannya tidak mengerti atau tidak mempunyai pengalaman maka hasilnya tidak akan memuaskan. Dengan demikian, peranan utama dalam manajemen tetap manusianya sendiri.

Market atau pasar adalah tempat di mana organisasi menyebarluaskan (memasarkan) produknya. Memasarkan produk sudah barang tentu sangat penting sebab bila barang yang diproduksi tidak laku, maka proses produksi barang akan berhenti. Artinya, proses kerja tidak akan berlangsung. Oleh sebab itu, penguasaan pasar dalam arti menyebarkan hasil produksi merupakan faktor menentukan dalam perusahaan. Agar pasar dapat dikuasai maka kualitas dan harga barang harus sesuai dengan selera konsumen dan daya beli (kemampuan) konsumen.

[sunting] Prinsip manajemen

Prinsip dapat didefinisikan sebagai suatu pernyataan fundamental atau kebenaran umum yang merupakan sebuah pedoman untuk berpikir atau bertindak. Dalam hubungannya dengan manajemen, prinsip-prinsip bersifat fleksibel dalam arti bahwa perlu di pertimbangkan sesuai dengan kondisi-kondisi khusus dan situasi-sitauasi yang berubah. Prinsip manajemen ini disusun oleh Henry Fayol, seorang industrialis Perancis.

Prinsip-prinsip umum manajemen (general principle of management) teridiri dari:

  • Pembagian kerja (Division of work)

Pembagian kerja harus disesuaikan dengan kemampuan dan keahlian sehingga pelaksanaan kerja berjalan efektif. Oleh karena itu, dalam penempatan karyawan harus menggunakan prinsip the right man in the right place. Pembagian kerja harus rasional/objektif, bukan emosional subyektif yang didasarkan atas dasar like and dislike.

Dengan adanya prinsip the right man in the right place akan memberikan jaminan terhadap kestabilan, kelancaran dan efesiensi kerja. Pembagian kerja yang baik merupakan kunci bagi penyelengaraan kerja. kecerobohan dalam pembagian kerja akan berpengaruh kurang baik dan mungkin menimbulkan kegagalan dalam penyelenggaraan pekerjaan, oleh karena itu, seorang manajer yang berpengalaman akan menempatkan pembagian kerja sebagai prinsip utama yang akan menjadi titik tolak bagi prinsip-prinsip lainnya.

  • Wewenang dan tanggung jawab (Authority and responsibility)

Setiap karyawan dilengkapi dengan wewenang untuk melakukan pekerjaan dan setiap wewenang melekat atau diikuti pertanggungjawaban. Wewenang dan tanggung jawab harus seimbang. Setiap pekerjaan harus dapat memberikan pertanggungjawaban yang sesuai dengan wewenang. Oleh karena itu, makin kecil wewenang makin kecil pula pertanggungjawaban demikian pula sebaliknya.

Tanggung jawab terbesar terletak pada manajer puncak. Kegagalan suatu usaha bukan terletak pada karyawan, tetapi terletak pada puncak pimpinannya karena yang mempunyai wewemang terbesar adalah manajer puncak. oleh karena itu, apabila manajer puncak tidak mempunyai keahlian dan kepemimpinan, maka wewenang yang ada padanya merupakan bumerang.

  • Disiplin (Discipline)

Disiplin merupakan perasaan taat dan patuh terhadap pekerjaan yang menjadi tanggung jawab. Disiplin ini berhubungan erat dengan wewenang. Apabila wewenang tidak berjalan dengan semestinya, maka disiplin akan hilang. Oleh karena ini, pemegang wewenang harus dapat menanamkan disiplin terhadap disrinya sendiri sehingga mempunyai tanggung jawab terhadap pekerajaan sesuai dengan weweanng yang ada padanya.

  • Kesatuan perintah (Unity of command)

Dalam melakasanakan pekerjaan, karyawan harus memperhatikan prinsip kesatuan perintah sehingga pelaksanaan kerja dapat dijalankan dengan baik. Karyawan harus tahu kepada siapa ia harus bertanggung jawab sesui dengan wewenang yang diperolehnya. Perintah yang datang dari manajer lain kepada serorang karyawan akan merusak jalannya wewenang dan tanggung jawab serta pembagian kerja.

  • Kesatuan pengarahan (Unity of direction)

Dalam melaksanakan tugas-tugas dan tanggung jawabnya, karyawan perlu diarahkan menuju sasarannya. Kesatuan pengarahan bertalian erat dengan pembagian kerja. Kesatuan pengarahan tergantung pula terhadap kesatuan perintah. Dalam pelaksanaan kerja bisa saja terjadi adanya dua perintah sehingga menimbulkan arah yang berlawanan. Oleh karena itu, perlu alur yang jelas dari mana karyawan mendapat wewenang untuk pmelaksanakan pekerjaan dan kepada siapa ia harus mengetahui batas wewenang dan tanggung jawabnya agar tidak terjadi kesalahan. Pelaksanaan kesatuan pengarahan (unity of directiion) tidak dapat terlepas dari pembaguan kerja, wewenang dan tanggung jawab, disiplin, serta kesatuan perintah.

  • Mengutamakan kepentingan organisasi di atas kepentingan sendiri

Setiap karyawan harus mengabdikan kepentingan sendiri kepada kepentingan organisasi. Hal semacam itu merupakan suatu syarat yang sangat penting agar setiap kegiatan berjalan dengan loancar sehingga tujuan dapat tercapai dengan baik

Setian karyawan dapat mengabdikan kepentingan pribadi kepada kepentingan organisasi apabila memiliki kesadaran bahwa kepentingan pribadi sebenarnya tergantung kepada berhasil-tidaknya kepentingan organisasi. Prinsip pengabdian kepentingan pribadi kepada kepentingan orgabisasi dapat terwujud, apanila setiap karyawan merasa senang dalam bekerja sehingga memiliki disiplin yang tinggi.

  • Penggajian pegawai

Gaji atau upah bagi karyawan merupakan kompensasi yang menentukan terwujudnya kelancaran dalam bekerja. Karyawan yang diliputi perasaan cemas dan kekurangan akan sulit berkonsentrasi terhadap tugas dan kewajibannya sehingga dapat mengakibatkan ketidaksempurnaan dalam bekerja. Oleh karena itu, dalam prinsip penggajian haris dipikirkan bagaimana agar karyawan dapat bekerja dengan tenang. Sistem penggajian harus diperhitungkan agar menimbuulkan kedisiplinan dan kegairahan kerja sehingga karyawan berkompetisi untuk membuat prestasi yang lebih besar. Prinsip more pay for more prestige (upaya lebih untuk prestasi lebih), dan prinsip upah sama untuk prestasi yang sama perlu diterapkan sebab apabila ada perbedaan akan menimbulkan kelesuan dalam bekerja dan mungkin akan menimbulkan tindakan tidak disiplin.

  • Pemusatan (Centralization)

Pemusatan wewenang akan menimbulkan pemusatan tanggung jawab dalam suatu kegiatan. Tanggung jawab terakhir terletak ada orang yang memegang wewenang tertinggi atau manajer puncak. Pemusatan bukan berarti adanya kekuasaan untuk menggunakan wewenang, melainkan untuk menghindari kesimpangsiurang wewenang dan tanggung jawab. Pemusatan wewenang ini juga tidak menghilangkan asas pelimpahan wewenang (delegation of authority)

  • Hirarki (tingkatan)

Pembagian kerja menimbulkan adanya atasan dan bawahan. Bila pembagian kerja ini mencakup area yang cukup luas akan menimbulkan hirarki. Hirarki diukur dari wewenang terbesar yang berada pada manajer puncak dan seterusnya berurutan ke bawah. dengan adanya hirarki ini, maka setiap karyawan akan mengetahui kepada siapa ia harus bertanggung jawab dan dari siapa ia mendapat perintah.

  • Ketertiban (Order)

Ketertiban dalam melaksanakan pekerjaan merupakan syarat utama karena pada dasarnya tidak ada orang yang bisa bekerja dalam keadaan kacau atau tegang. Ketertiban dalam suatu pekerjaan dapat terwujud apabila seluruh karyawan, baik atasan maupun bawahan mempunyai disiplin yang tinggi. Oleh karena itu, ketertiban dan disiplin sangat dibutuhkan dalam mencapai tujuan.

  • Keadilan dan kejujuran

Keadilan dan kejujuran merupakan salah satu syarat untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Keadilan dan kejujuran terkait dengan moral karyawan dan tidak dapat dipisahkan. Keadilan dan kejujuran harus ditegakkan mulai dari atasan karena atasan memiliki wewenang yang paling besar. Manajer yang adil dan jujur akan menggunakan wewenangnya dengan sebaik-baiknya untuk melakukan keadilan dan kejujuran pada bawahannya.

  • Stabilitas kondisi karyawan

Dalam setiap kegiatan kestabilan karyawan harus dijaga sebaik-baiknya agar segala pekerjaan berjalan dengan lancar. Kestabilan karyawan terwujud karena adanya disiplin kerja yang baik dan adanya ketertiban dalam kegiatan.

Manusia sebagai makhluk sosial yang berbudaya memiliki keinginan, perasaan dan pikiran. Apabila keinginannya tidak terpenuhi, perasaan tertekan dan pikiran yang kacau akan menimbulkan goncangan dalam bekerja.

  • Prakarsa (Inisiative)

Prakarsa timbul dari dalam diri seseorang yang menggunakan daya pikir. Prakarsa menimbulkan kehendak untuk mewujudkan suatu yang berguna bagi penyelesaian pekerjaan dengan sebaik-beiknya. Jadi dalam prakarsa terhimpun kehendak, perasaan, pikiran, keahlian dan pengalaman seseorang. Oleh karena itu, setiap prakarsa yang datang dari karyawan harus dihargai. Prakarsa (inisiatif) mengandung arti menghargai orang lain, karena itu hakikatnya manusia butuh penghargaan. Setiap penolakan terhadap prakarsa karyawan merupakan salah satu langkah untuk menolak gairah kerja. Oleh karena itu, seorang manajer yang bijak akan menerima dengan senang hari prakarsa-prakarsa yang dilahirkan karyawannya.

  • Semangat kesatuan, semangat korps

Setiap karyawan harus memiliki rasa kesatuan, yaitu rasa senasib sepenanggyungan sehingga menimbulkan semangat kerja sama yang baik. semangat kesatuan akan lahir apabila setiap karyawan mempunyai kesadaran bahwa setiap karyawan berarti bagi karyawan lain dan karyawan lain sangat dibutuhkan oleh dirinya. Manajer yang memiliki kepemimpinan akan mampu melahirkan semangat kesatuan (esprit de corp), sedangkan manajer yang suka memaksa dengan cara-cara yang kasar akan melahirkan friction de corp (perpecahan dalam korp) dan membawa bencana.

[sunting] Etika manajerial

Etika manajerial adalah standar prilaku yang memandu manajer dalam pekerjaan mereka. Ricky W. Griffin dalam bukunya yang berjudul Business mengklasifikasikan etika manajerial ke dalam tiga kategori:

  • Perilaku terhadap karyawan

Kategori ini meliputi aspek perekrutan, pemecatan, kondisi upah dan kerja, serta privasi dan respek. Pedoman etis dan hukum mengemukakan bahwa keputusan perekrutan dan pemecatan harus didasarkan hanya pada kemampuan untuk melakukan pekerjaan. Perilaku yang secara umum dianggap tidak etis dalam kategori ini misalnya mengurangi upah pekerja karena tahu pekerja itu tidak bisa mengeluh lantaran takut kehilangan pekerjaannya.

  • Perilaku terhadap organisasi

Permasalahan etika juga terjadi dalam hubungan pekerja dengan organisasinya. masalah yang terjadi terutama menyangkut tentang kejujuran, konflik kepentingan, dan kerahasiaan. Masalah kejujuran yang sering terjadi di antaranya menggelembungkan anggaran atau mencuri barang milik perusahaan. Konflik kepentingan terjadi ketika seorang individu melakukan tindakan untuk menguntungkan diri sendiri, namun merugikan atasannya. Misalnya, menerima suap Sementara itu, masalah pelanggaran etika yang berhubungan dengan kerahasiaan di antaranya menjual atau membocorkan rahasia perusahaan kepada pihak lain.

  • Perilaku terhadap agen ekonomi lainnya

Seorang manajer juga harus menjalankan etika ketika berhubungan dengan agen-agen ekonomi lain—seperti pelanggan, pesaing, pemegang saham, pemasok, distributor, dan serikat buruh.

[sunting] Bidang manajemen

Ada beberapa cara cepat untuk kaya :

1. Jadilah anak orang kaya, so kita bisa dapat banyak warisan dari ortu kita…

Kalo kita tidak terlahir dari orang kaya, gimana ? Ada cara kedua..

2. Cari Pasangan anak orang kaya, so… pasangan kita pasti dapat warisan dan kita juga bisa ikut menikmatinya…

Kalo kita udah terlanjur dapat pasangan yang bukan dari keluarga yang kaya gimana ? Apa musti cari lagi ? Eits… nanti dulu… berfikirlah 1000 kali untuk cari pasangan baru, bukan makin kaya, malah makin susah, he he he… Tenang, ada cara ketiga

3. Cari teman-teman yang kaya, NAH… kalo ini kayaknya bisa kita lakukan kapanpun, bergaul dan berkumpullah dengan orang-orang kaya, terutama orang yang kaya karena usaha kerasnya, Robert T Kiyosaki pernah berkata, penghasilan kita adalah : Jumlahkan semua penghasilan temen-temen kita, kemudian bagi dengan banyaknya temen kita, itulah penghasilan kita sebenarnya… Gak percaya ? Coba aja deh…

Yang jelas dengan punya banyak teman yang sukses dan mau bekerja keras, dan gw yakin orang yang sukses pasti orang yang selalu berfikir positif dan selalu mencari solusi, bukan orang yang suka mengeluh dan putus asa, kita pasti ketularan… ketularan untuk berfikir positif, mau bekerja keras, ogah mengeluh dan gak gampang putus asa…

Ayo, cari temen-temen yang sukses sebanyak-banyaknya, dan lihat kehidupan anda berikutnya…

Sebenernya gimana sih deskripsi orang kaya itu gimana sih ?

- Orang yang punya banyak duit ?

- Punya banyak mobil ?

- Punya banyak rumah ?

- Punya banyak istri ? No way ! itu mah nafsunya yang gede he he he…

Kalo menurut saya, orang kaya adalah ORANG YANG PALING BANYAK MEMBERI BUAT ORANG LAIN !